Home Nasional Ramlan Holdan : Tumpas Tengkulak, Jangan Biarkan Petani Menjerit

Ramlan Holdan : Tumpas Tengkulak, Jangan Biarkan Petani Menjerit

Ketua DPW PKB Sumsel, Ramlan Holdan

Palembang, bidiksumsel.com – Terkait isu Pemerintah Pusat yang berencana akan melakukan impor beras menuai reaksi keras dari berbagai elemen.

Salah satu tokoh masyarakat di sumsel, Ketua DPW Partai Keadilan Bangsa (PKB) Ramlan Holdan meminta agar Bulog menumpas Tengkulak agar Petani tidak menjerit.

“Bulog harus berani menumpas Tengkulak, karena sangat menyulitkan masyarakat, apalagi harga gabah saat ini hanya sekitar 3rb/kg, jadinya petani terjerit yang tidak bisa lepas dari tengkulak. Memberantas Tengkulak ini ditingkat Bulog,” ungkapnya. Jumat, (02/04/2021)

Selain Bulog, Peran pemerintah daerah juga cukup besar untuk meminimalisir jeritan Petani, dengan perannya tengkulak membuat petani terikat pada akhirnya tengkulak membuat harga semaunya maka dari itu peran Bulog dan Pemerintah harus ada ditengah jeritan Petani.

“Dalam institusi Pertanian harus sinkron bagaimana caranya agar kita bersama-sama memangkas tengkulak ini, itu yang perlu kita perbaiki karena jika tengkulak dibiarkan maka Petani akan terus menjerit, contohnya tengkulak ini menyediakan pupuk, bibit sedangkan Petani butuh hingga akhirnya mereka terikat dan menentukan harga sesuai keinginan mereka,” jelasnya

Diketahui bahwa menjelang bulan suci Ramadhan dan lebaran yang tinggal menghitung hari kebutuhan makanan pokok otomatis meningkatkan, dan harga pun ikut naik.

Menurutnya, Peran Bulog harus lah ada ketika menjelang bulan Ramadhan dan lebaran mereka harus melakukan operasi pasar guna untuk Kenormalan harga dipasaran apalagi Sumsel adalah penghasil beras yang tinggi.

“Sumsel ini kan surplus, kalau harganya melonjak maka masyarakat akan terjerit, maka pemerintah daerah harus Interpensi Bulog, apalagi data saat ini antara Data Mentri Pertanian dengan data Bulog belum sinkron, maka perannya pemerintah harus Interpensi jangan sampai ada yang merugikan petani, seperti Tengkulak. Karena tinggi rendahnya harga di pasaran, Bulog bertanggungjawab.” Pungkasnya (ati)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here