Home Sumsel OKI Persiapan Sekolah Penggerak, Harap KBM Tatap Muka Terbatas Terealisasi

Persiapan Sekolah Penggerak, Harap KBM Tatap Muka Terbatas Terealisasi

fhoto: kegiatan MKKS SMP, di Aula SMPN 3 Kayuagung. Rabu, (23/06/2021)/daniel

OKI, bidiksumsel.com – Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Kadisdik OKI di dampingi Kasi Kurikulum, Marlian mengatakan, Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

“Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah menjadi Program Sekolah Penggerak,” ujarnya saat membuka kegiatan MKKS SMP, di Aula SMPN 3 Kayuagung. Rabu, (23/06/2021)

Marlian menekankan, dimana Dinas pendidikan memiliki peran yang luar biasa pentingnya dalam keberhasilan program sekolah Penggerak. Dinas, sebagai pemilik sekolah di daerah harus mendukung dan juga memberikan berbagai macam informasi kepada sekolah penggerak agar program mereka sukses.

“Mengawali tahun ajaran baru ini, tentunya menunggu instruksi dari Pemda setempat, karena tidak terlepas dari keputusan pemerintah. Sedangkan kalau untuk kegiatan kompetensi sain nasional, diharapkan sekolah mengirim perwakilannya. Kalau untuk Izajah belum dikirim dari kementrian, untuk tehnis penulisannya nanti akan diberitahu,” jelasnya.

Ketua MKKS, Mulyadi berharap, dengan adanya pembelajaran tatap muka yang rencananya di tahun ajaran baru 2021 ini, meski proses kegiatan belajar mengajarnya tatap muka terbatas, hendaknya tidak melupakan prokes.

Sementara, Kabid SMP, Aisen Oewer mengatakan, dari 138 kepsek Sekabupaten OKI hanya 75 orang yang hadir. “Untuk persiapan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Hendaknya pihak sekolah mengadakan musyawarah. Supaya tahu sejauh mana persiapan sekolah tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah adanya paparan persiapan untuk tatap muka terbatas nanti. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Gugus Covid19 serta juga Pemkab OKI melalui dinas terkait.

“Saya selalu menghimbau agar pihak sekolah tetap berusaha mengantisipasi hal yang ada dilapangan. Sekolah harus siap dalam segala hal. Jangan sampai ada pihak pihak lain yang dapat memanfaatkan kekurangan dan mencari kesalahan pihak sekolah,” pintanya. (daniel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here