Home Palembang Pengurus PDHI cabang Sumatera Selatan Di Lantik Secara Virtual

Pengurus PDHI cabang Sumatera Selatan Di Lantik Secara Virtual

Palembang, bidiksumsel.com – Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Dr. drh Muhammad Munawaroh MM melantik secara virtual pengurus PDHI cabang Sumatera Selatan periode 2020-2024 di Excelton Hotel. Sabtu, (10/04/21)

Dalam sambutan virtualnya, Dr drh Muhammad Munawaroh MM mengatakan, dokter hewan dituntut agar dapat berperan menjamin kesehatan, higiniesitas dari produk asal hewan mulai dari peternakan sampai ke atas meja makan.

“Terkait mutu dan penyakit Zoonosis, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa dalam satu dekade terakhir ditemukan 75% penyakit baru pada manusia adalah penyakit dari hewan yang menular ke manusia (zoonosis),” ungkapnya.

Diperkirakan lebih dari 200 penyakit zoonosis dan 25 penyakit hewan menular strategis yang dianggap mengancam kesehatan masyarakat ditemukan di Indonesia. “Beberapa di antaranya adalah rabies, Avian Influenza, antraks, leptospirosis, hingga toxoplasmosis,” ujarnya

Pada periode ini Dr. drh. Jafrizal, MM kembali dipercaya memimpin PDHI Sumsel untuk kedua kalinya. Dengan tema “Peran Otoritas Veteriner Dalam Pencegahan Penyakit Zoonosis”

Dalam sambutannya Dr. drh. Jafrizal MM mengucapkan terima kasih atas dukungan dari para anggota PDHI Sumsel yang mempercayakan amanah sebagai ketua untuk periode kedua.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia yang dengan gigih dan tanpa lelah mempersiapkan terselenggaranya acara dan kepada beberapa sponsor dari Klinik Hewan dan Pemerintah Kota/Kab, Perusahaan Distributor Obat hewan (Asohi) dan lainya,” kata Jafrizal.

Pihaknya, tentu saja akan jaga bersama amanah ini bekerja dengan memberikan manfaat bagi anggota PDHI sendiri maupun bagi masyarakat yang menerima manfaatnya.

“Kita sadar bahwa Tantangan dokter hewan ke depan semakin meningkat seiring dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.

Tantangan pertama yakni terhadap ketersediaan pangan asal ternak sebagai pendukung ketahanan pangan nasional, serta mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan, penghasil protein hewani yang bermanfaat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita akan bekerjasama dengan ISPI, Paravetindo dan Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kab Kota untuk dapat mewujudkannya,” jelasnya

Jafrizal menambahkan, pada tahun 2016 ada 4 klinik dokter hewan yang praktek. Perioritas pihaknya akan membuat acara untuk meningkatkan kompetensi. Ditambah minat dokter hewan untuk mengembangkan profesinya yang sekarang sudah banyak.

“Saat ini sebanyak 38 dokter hewan yang praktek di Sumsel untuk hewan kesayangan. Sementara untuk hewan unggas paling banyak ada sekitar 30 orang,” paparnya

Jika di periode yang lalu pihaknya fokus untuk profesi dokter hewan ini dikenal di masyarakat. Untuk periode ini, pihaknya pengembangan untuk meningkatkan produksi pangan yaitu membantu pemerintah dan juga membantu perekonomian masyarakat. Program ini sudah di bicarakan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

“Kita akan minta spot untuk pengembangan taman ternak. Di taman ternak itu bisa juga dijadikan untuk destinasi wisata dan juga bisa menjadi tempat pemasaran bagi peternak,” tandasnya

Peternaknya tidak lain adalah masyarakat yang mau untuk di ajak untuk budidaya hewan. Karena dengan budidaya hewan ini satu-satunya yang bisa mengentaskan kemiskinan karena hanya membutuhkan lahan kecil untuk ternak.

“Dengan 10 ekor ternak kita bisa lepaskan, diliarkan saja, Hanya butuh untuk tempat tidur dan bertelur saja untuk hewan ternak,” terangnya

Ternak unggas terutama ayam dan itik menjadi alternatif untuk mengentaskan kemiskinan di Sumsel. Contoh nya pihaknya kasih 10 ekor menjadi 300 ekor. Nanti pihaknya akan memberi kesempatan masyarakat miskin di kota Palembang yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 179 ribu untuk mau melakukan. budidaya ternak

“Untuk itu kita butuh data dari pemerintah kota dan kabupaten, apa-apa saja yang jadi minat oleh masyarakat misalnya berternak. Nanti kita pilih yang bisa berternak itu yang kita coba untuk mengembangkan budidaya hewan,” tutupnya.(dkd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here