Home Berita Pemprov Pelayanan Vaksinasi Covid19 di Puskesmas Air Sugihan, Petugas Melalui Transportasi Perairan

Pelayanan Vaksinasi Covid19 di Puskesmas Air Sugihan, Petugas Melalui Transportasi Perairan

Tenaga Kesehatan - Perawat Puskesmas Air Sugihan disuntik vaksin dosis kedua oleh vaksinator, PKM Air Sugihan Jalur 27 Kabupaten OKI

PALEMBANG – Kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan vaksin dilaksanakan di Puskesmas Air Sugihan Jalur 27 Kabupaten OKI. Perjalanan menempuh jalur perairan menggunakan alat transportasi speed boat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam, akhir pekan lalu.

Daerah ini dipilih untuk memastikan kinerja pelayanan imunisasi covid19 berjalan sesuai prosedur tetap.

Oleh karena itulah Kepala Dinas Kesehatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes berserta tim Sekretaris dr Trisnawarman MKes, SpKKLP, Kabid Yankes dr Widya MARS, serta Kabid P2P, Ferry Yanuar SKM M.Kes, dan jajaran mendatangi Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang bertanggung jawab langsung kepada masyarakat .

Lesty menyampaikan, setiap faskes yang ada berupaya mencapai target seratus persen yang layak untuk divaksin. “vaksinasi ini merupakan senjata terakhir merupakan ranah pemerintah harus diupayakan dengan tepat. Sedangkan 3M adalah tanggungjawab setiap individu,” ungkap Lesty saat sambutannya di PKM Air Sugihan Jalur 27 Kabupaten OKI.

Penyerahan rompi tenaga kesehatan oleh Dinkes Sumsel kepada Dinkes Kab. OKI bersama Puskesmas Air Sugihan. Diserahkan secara simbolis oleh Kadinkes Prov. Sumsel oleh Dra. Lesty Nurainy,Apt.,M.Kes, Sabtu (8/05/2021).

Pada kesempatan sama , dr Trisnawarman M.Kes SpKKLP mengingatkan, saat di meja satu sampai empat dilaksanakan sesuai SOP. ”Jika dilakukan sesuai SOP, Insya Allah tidak ada masalah karena vaksin kualitasnya terjaga dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Dinkes Sumsel sekaligus Fasilitator Imunisasi Vaksin Covid19, dr H Trisnawarman M.Kes, SpKKLP memperhatikan proses pelayanan skrining di Puskesmas Air Sugihan, Jalur 27 Kabupaten OKI.

Ikut dalam rombongan tim dari Pemkab OKI, Kadinkes OKI, Iwan Setiawan dalam kesempatan sambutannya memperkenalkan, program inovatif PKM 27 dan PKM 25 berupa program revolusi KIA yang digagas Bupati OKI, menghasilkan zero kematian ibu di Kabupaten OKI.

Iiwan mengatakan, ibu hamil saat melahirkan dipantau petugas Dinkes melalui multimedia, Puskes dan poskedes yang ketika akan melahirkan langsung dijemput ke Puskes dan ditolong persalinannya. ”Setelah lahir diantar lagi pulang” jelas Iwan saat didampingi staf kecamatan Air Sugihan.

Sebagaimana diketahui vaksin sinovac bekerjasama dengan PT Biofarma telah diteliti keamanannya oleh BPOM serta diakui kehalalannya oleh MUI ini, boleh disuntikkan untuk jenjang usia vaksinasi di umur 18 tahun sampai dengan umur 59 tahun.

Bagi orang yang tidak boleh divaksin adalah yang menderita penyakit ginjal, wanita hamil dan menyusui, tekanan darah diatas 140/90. Juga menderita HIV, memiliki riwayat terpapar covid19, memderita diabetes, menderita penyakit saluran pencernaan kronis, memiliki penyakit paru(asma, PPOK, TBC).

Sedangkan untuk penyuntikan vaksin dilaksanakan sebanyak dua dosis yaitu dua kali suntikan dengan interval dua minggu (14 hari). Suntikan pertama untuk membentuk kekebalan tubuh sebesar 63 persen sedangkan suntikan kedua dapat menguatkan imun yang telah terbentuk sebesar 97 persen yang fungsinya untuk mengurangi kesakitan dan mengurangi kematian. (dnn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here