Home Sumsel Banyuasin Mimpi Bertemu Presiden, Rumah Jumirin di Bedah Bupati Banyuasin

Mimpi Bertemu Presiden, Rumah Jumirin di Bedah Bupati Banyuasin

fhoto : Jumirin warga desa Tanjung Sari RT 29 RW 06 Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin/(bidiksumsel.com/dkd)

Banyuasin, bidiksumsel.com – Sebelas hari menjelang hari raya qurban atau tepatnya hari jumat merupakan hari yang berkah bagi keluarga Jumirin warga desa Tanjung Sari RT 29 RW 06 Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Jumirin tidak menyangka mendapat rezeki berupa bedah rumah oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan mereka langsung dikunjungi Bupati Banyuasin H. Askolani. Jumat (09/07/2021)

“Saya tidak menyangka Bupati Banyuasin mau langsung datang ke rumah saya dan ini merupakan sebuah berkah bagi saya dan keluarga karena rumah saya akan dibedah,” ucapnya kegirangan.

Ia mengaku sebelumnya pernah bermimpi di suatu malam bertemu dan salaman langsung dengan Presiden Indonesia ke enam yaitu Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). yang mana kata sesepuh bahwa suatu hari nanti ia akan dikunjungi pejabat dan apa yang menjadi impian nya untuk bisa tinggal di rumah yang lebih layak huni akan terkabul.

“Saya berulang kali mimpi yang sama dan Alhamdulillah ternyata benar menjadi kenyataan, saat ini saya merasa bahagia dan senang banget impian punya rumah layak huni segera terealisasi,” katanya.

Tak lupa, ia juga mengucapkan banyak berterimakasih kepada Bupati Banyuasin Askolani. “Mendoakan semoga Bupati Banyuasin selalu sehat lahir batin. Di panjangkan umurnya dan di naikkan lagi derajat hidup nya. Sehingga beliau bisa lebih banyak lagi membantu warga nya,” doanya.

Ia juga mengaku, bisa dapat bantuan program bedah rumah karena diprakarsai oleh Ketua RT 29 dan ketua RW 06 serta ia layak mendapat bantuan tersebut karena memang benar memiliki ekonomi yang lemah.

“Untuk sehari hari nya saya bekerja sebagai buruh tani harian lepas, dan kami tinggal disini kurang lebih tiga puluh tahun ikut dengan orang tua dan lahan ini merupakan lahan warisan dari orang tua nya,” jelasnya.

Ia memaparkan, luas lahan yang ia miliki sekitar tiga kavling atau kurang lebih 900 M2, dan juga bercerita bahwa ia dulu pernah merantau ke daerah lain, hingga akhirnya menetap di Desa Tanjung Sari.

Sementara itu, Lurah Sukomoro Kemas Dhohriman mengatakan, bahwa program bedah rumah ini merupakan program Pemkab Banyuasin dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat antara lain yakni rumah yang layak huni.

“Warga kami yang bernama Jumirin memang rumahnya tidak layak huni dan kami mengusulkan kepada Pemkab untuk bedah rumah dan Alhamdulilah bisa terealisasi,” tandasnya.

Dana yang di dapat dari Bupati Banyuasin sebesar Rp 10 juta dan dari BAZNAS sebesar Rp 10 juta juga dan sisanya nanti dari dana gotong royong swadaya masyarakat.

“Di pimpin RW 06 bersama warga bahu membahu akan kami segera bangunkan rumah nya menjadi layak huni,” urainya.

Untuk target, ia mengaku akan secepat mungkin untuk menyelesaikan nya. Mungkin sepuluh hari, atau tujuh hari.

“Jika memungkinkan tiga hari bisa akan kami selesaikan, dan kami punya semangat untuk membantu warga kami,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan banyak berterimakasih kepada Bupati Banyuasin atas bantuannya.

“Bupati sangat peduli dengan warganya dan kami berharap program ini terus ada, apalagi kita mendengarkan langsung bahwa masih ada 8000 rumah lagi target untuk membedah rumah yang tidak layak huni, semoga warga Sukomoro kebagian lagi,” harapnya. (dkd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here