Home Palembang Mengungkap Tabir Reka Kontruksi Perkara Dugaan Korupsi Dana Hibah Masjid Sriwijaya

Mengungkap Tabir Reka Kontruksi Perkara Dugaan Korupsi Dana Hibah Masjid Sriwijaya

fhoto : tumpukan berkas perkara dugaan korupsi dana hibah masjid sriwijaya di Kejari Sumsel/dokumentasi MAKI Sumsel

Palembang, bidiksumsel.com – Berdasarkan informasi resmi yang diterima bidiksumsel.com, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel mengungkapkan tabir reka Kontruksi terkait perkara dugaan korupsi masjid sriwijaya dari tahun 2012 hingga tahun 2015. Minggu, (11/07/2021)

fhoto : Deputy MAKI Sumsel, Feri Kurniawan/dokumentasi pribadi Feri Kurniawan

Awalnya, Deputy MAKI Sumsel, Feri Kurniawan bercerita tentang keinginan tokoh – tokoh masyarakat Sumsel untuk membangun masjid Raya di Palembang mendapat apresiasi Gubernur Sumsel dengan menghibahkan asset berupa tanah ke Yayasan Wakaf Sriwijaya pada tahun 2012.

Selanjutnya, Gubernur perintahkan dinas PU Cipta Karya untuk menimbun lokasi rencana masjid Raya pada tahun 2012 dan 2013.

“Donasi berbagai pihak ke Yayasan wakaf pembangunan Masjid Sriwijaya dan janji negara – negara islam yang akan membantu biaya pembangunan menjadikan optimisme akan terbangunnya masjid tersebut,” katanya.

“Pada tahun 2014, Sumsel di gadang – gadangkan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan momen inilah di jadikan wacana pembangunan masjid Sriwijaya,” tambahnya.

Diteruskan, Gubernur Sumsel saat itu menerbitkan Perda No. 13 tahun 2014 tentang Yayasan Pembangunan Masjid Sriwijaya hasil kesepakatan bersama tokoh – tokoh masyarakat Sumsel di Jakarta.

Usai hasil kesepakatan, Gubernur Sumsel kala itu meminta BPKAD memasukkan dana hibah pembangunan masjid di dalam RKA BPKAD dan memerintahkan Biro Kesra menindak lanjuti rencana pemberian dana hibah ke Yayasan Masjid Sriwijaya.

“Mungkin karena belum mempelajari aturan perundangan terkait pemberian dana hibah, Biro Kesra melaksanakan perintah Gubernur hanya berdasarkan permohonan dana hibah dari Yayasan masjid dan juga tidak melakukan verifikasi calon menerima hibah,” imbuhnya.

“Disposisi dari Biro Kesra ini di terima oleh TAPD dan di tindak lanjuti atas dasar kesepakatan Gubernur dengan para tokoh masyarakat dan pengurus Yayasan,” timpalnya.

Kesepakatan ini tambahnya, dinyatakan oleh Sekda saat itu menjadi dasar TAPD dan Asisten Kesra mendisposisikan Pemberian dana hibah ke Gubernur untuk disetujui. Gubernur menyetujui dengan pertimbangan dari Biro Hukum untuk memberikan dana hibah berdasarkan pertimbangan TAPD yang di pimpin Sekretaris Daerah dan pertimbangan dari Asisten bidang Kesra.

TAPD menindak lanjuti persetujuan Gubernur dengan membahasnya di rapat banggar dan banggar serta membahasnya di komisi terkait yakni Komisi III dan Komisi V. Kesepakatan pembangunan Masjid Sriwijaya lagi – lagi disetujui masuk dalam RAPBD oleh Banggar dan komisi terkait termasuk menyetujui Raperda APBD.

RAPBD dan Raperda ini di kirimkan ke Kemendagri untuk di evaluasi sebelum di paripurnakan menjadi APBD induk Sumsel tahun 2015. “Kemendagri tidak akan serta merta menyetujui RAPBD dan Raperda serta pastinya memberikan beberapa catatan untuk perbaikan dan mungkin salah satunya tentang belanja tidak langsung dana hibah masjid Sriwijaya,” bebernya.

“Catatan penting Mendagri mungkin menyatakan, pemberian hibah ke Yayasan wakaf agar di lengkapi proposal dan di verifikasi oleh SKPD terkait dan ketersediaan anggaran. Mungkin hasil evaluasi inilah yang menghambat dana hibah masjid Sriwijaya masuk dalam APBD induk,” terusnya.

Yayasan pembangunan mendesak Gubernur merealisasikan janjinya dan mungkin karena desakan inilah Gubernur memberikan disposisi pada surat Yayasan Pembangunan pada September 2015 agar BPKAD menindak lanjuti nya.

“Asisten Kesra selaku anggota TAPD diminta Gubernur menanda tangani NPHD dimana kelengkapan berkas berupa lampiran proposal mungkin di ganti dengan disposisi Gubernur. Pertengahan Desember 2015 menjelang berakhirnya tahun anggaran, Dana hibah di transfer ke rekening Yayasan oleh BPKAD,” jelasnya.

“LKPJ Gubernur Sumsel untuk APBD tahun 2015 dan tahun 2017 menjadi pasword. membuka semua kunci proses penganggaran hibah masjid Sriwijaya,” pungkasnya. (yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here