Home Palembang Mahasiswa Unsri Lulus Cumlaude Lebih dari 30 Persen

Mahasiswa Unsri Lulus Cumlaude Lebih dari 30 Persen

fhoto : Rektor Universitas Sriwijaya (UNSRI), Prof. Dr. Ir. Anis Saggaf, M.Sc.E/(bidiksumsel.com/dkd)

Rektor Yakin Alumni Memenuhi Kriteria Cepat, Tepat dan Qualified

Palembang, bidiksumsel.com – Rektor Universitas Sriwijaya (UNSRI), Prof. Dr. Ir. Anis Saggaf, M.Sc.E menyebut sangat yakin mahasiswa lulusan Unsri tahun ini memenuhi kriteria cepat, tepat dan qualified.

“Cepat berarti sesuai dengan waktu yang diberikan kementerian tujuh semester,” katanya saat ditemui di Kampus Unsri setelah melaksanakan wisuda virtual bertempat di Fakultas Hukum Unsri Palembang. Rabu, (18/08/2021).

Anis menambahkan, Pandemi Covid-19 telah mendidik pihaknya, bahwa komunikasi antara dosen dengan mahasiswa dipermudah dengan adanya teknologi. Khususnya dalam belajar mengajar dan proses bimbingan skripsi.

“Komunikasi sekarang sudah dipermudah dan dapat dilakukan dengan cara apapun yang penting halal dan nikmat, tidak seperti dulu harus menghadap dan menemui dosen menunggu berjam-jam di depan rumah dosen,” ungkapnya.

Pihaknya menyebutkan saat ini, telah dilaksanakan wisuda ke 155 dengan alumni lebih dari 1400. yang membanggakan dalam proses akademik yang baik, memuaskan dan menghasilkan alumni yang prima.

“Prima dalam artian cumlaude sekarang sudah lebih dari 30% jika dahulu hanya 10 sampai 15 persen. itu menunjukkan bahwa proses belajar mengajar baik dosen maupun mahasiswa nya berjalan dengan baik dan mereka komitmen,” jelasnya.

“Alhamdulillah Unsri menuju Paripurna. kalau semua melakukan itu, saya yakin akan meningkat menjadi 50 persen,” tambahnya.

Anis berharap, kedepannya dapat melakukan wisuda berdasarkan waktu yang telah ditetapkan, hanya saja pendaftaran yang agak kempes. Mahasiswa yang telah lulus sidang akhir dan sudah yudisium tidak bayar Uang Kuliah Tinggal (UKT) berdasarkan keputusan Rektor.

Secara positif selama pandemi ini, semua kegiatan belajar mengajar menggunakan teknologi IT. yang mana biaya lebih murah, ilmu mudah diserap, ilmu dapat diulang kembali karena telah ditransfer dan tersimpan di dalam handphone atau laptop.

“Kita harus maju dan menggunakan ini seoptimum mungkin, hal-hal seperti memaparkan, menjelaskan menggunakan daring saja” ujarnya.

Saat ini, yang sedang berjalan yakni penyampaian materi lewat daring. Yang mana jika diharuskan kopi darat maka dibuat garisan untuk laboratorium (lab), dimana dosen diminta membuat animasi penggunaan lab yang animasi tersebut disampaikan lewat daring.

“Jadi ketika praktek, mahasiswa sudah tau sehingga mengurangi waktu untuk berkumpul, animasi untuk teori-teori dan tahun depan saya akan perbaiki alat-alat jadi begitu anak-anak masuk alat sudah bagus semua,” paparnya.

Dalam hal praktik lapangan, Unsri bekerjasama dengan pemerintah daerah, dengan industri ada kaitan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKN) kebijakan yang sudah dibuat panduan 2020 kemarin.

“Sekarang blended semua oleh Covid-19, KKN boleh mengambil data untuk skripsi, ada judul untuk PL lanjut ke PL, dosen bersama mahasiswa riset hasil riset tersebut bagian untuk skripsi jadi tidak ada lagi batas. itulah yang dinamakan merdeka dan aturan tidak dilanggar,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam hal ini media berperan penting dan termasuk dalam penta helix. “Penta helix itu yang pertama perguruan tinggi, kedua pemerintah, ketiga dunia usaha, keempat masyarakat dan yang kelima media dimana media penentu akhir,” ulasnya.

Ia sangat berterimakasih pada media yang selama ini memberikan support. bukan hanya Unsri tapi se Indonesia raya ini.

“Bagi saya, khususnya Unsri yang selalu memberitakan yang konsultif, bagaimana bisa maju, kemarin ada mahasiswa S3 yang lulus hanya 2 tahun dipublikasikan sehingga semua orang tahu dan menjadi motivasi bagi yang lain,” pungkasnya. (dkd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here