Home Sumsel OKI Kapuskes Pangkalan Lampam Pinta Masyarakat Tidak Menolak Vaksinasi

Kapuskes Pangkalan Lampam Pinta Masyarakat Tidak Menolak Vaksinasi

fhoto : bidiksumsel.com/daniel

OKI, bidiksumsel.com – Guna herd immunity, Kepala Puskesmas Pangkalan Lampam Kabupaten OKI Sunadi SKep MKes meminta masyarakat agar tidak menolak atau menunda pelaksanaan Vaksinasi. Selasa, (29/06/2021)

Pasalnya, vaksin sejatinya termasuk dalam kategori upaya preventif yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka kasus Covid-19.

“Tujuan utama dari pemberian vaksin Covid-19 pada masyarakat adalah untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Dengan itu, masyarakat secara otomatis dapat melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh,” jelasnya.

“Tidak lupa, bahwa vaksin akan membentuk kekebalan setelah suntikan kedua. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, maka akan dapat membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga dapat mencegah penularan,” tambahnya saat menghadiri pemberian Vaksin untuk penderita ODGJ dan penyandang Disabilitas, dengan protokol kesehatan di Aula Desa Lirik.

Ia menyebut, pelaksanaan vaksinasi ini juga merupakan rangka HUT Bhayangkara yang ke-75. Yang dihadiri oleh tim kesehatan Puskesmas kecamatan, Babinsa dan Bhabinkantibmas setempat.

Menurutnya, Program imunisasi individu memiliki tiga poin penting, yakni mengenali, melawan, dan mengingat. Mengenali virus atau bakteri pembawa penyakit, kemudian melawan penyakit dengan memproduksi antibodi. Serta mengingat penyakit dan cara melawannya.

“Apabila terserang kembali, antibodi tersebut dapat segera menghancurkan virus/bakteri sebelum kita jatuh sakit. Manfaat vaksin lebih besar dibandingkan dengan risiko sakit apabila seseorang terkena atau terinfeksi virus tersebut,” terangnya.

Dirinya selalu mengingatkan, Pemberian vaksin pada masyarakat itu tidak berbahaya, namun beberapa efek vaksinasi yang mungkin ditimbulkan atau biasa dikenal dengan efek simpang vaksin.

“Efek simpang tersebut meliputi efek ringan dan berat. Ringan: demam, nyeri otot, atau ruam pada bekas suntikan, sedangkan Berat: sakit kepala, gangguang kulit, diare, reaksi alergi, utrikaria, dermatitis, dan syok anafilaksis,” ujarnya.

Oleh karena itu, tetap perlu adanya monitoring. Apabila seseorang mengalami alergi efek samping berat, maka harus segera dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat. (daniel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here