Home Berita Pemprov Gubernur Apresiasi TVRI Beralih dari Analog ke Digitalisasi

Gubernur Apresiasi TVRI Beralih dari Analog ke Digitalisasi

Gubernur menerima audiensi jajaran manajemen TVRI Sumsel

PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima audiensi Direktur Utama TVRI beserta jajaran dalam rangka silaturahmi di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (14/4/2021).

Pada kesempatan itu, dilakukan diskusi tentang program siaran TVRI dan menginformasikan bahwa Pemerintah telah merilis aturan turunan UU Cipta Kerja. Salah satunya terkait pos, telekomunikasi, dan siaran. Regulasi ini mewajibkan televisi beralih dari analog ke digital paling lambat 2 November 2022, hal ini berlaku juga pada TVRI.

HD menyambut digitalisasi seluruh stasiun dari TV analog ke digital, termasuk TVRI. Menurutnya, hal ini akan mempercepat proses pengembangan pertelevisian, utamanya infrastruktur TVRI sudah memiliki pemancar yang mencakup 360 lokasi. Sehinnmgga hal tersebut akan menjadikan TVRI menjadi stasiun TV yang paling dicari.

“Saran saya, jika kualitas TV dan siaran telah bagus maka perbagus juga kualitas tayangan. Karena kita ada tanggung jawab edukatif. Lakukan penyesuaian tema-tema acara berdasarkan kondisi zaman. Jika sudah terpenuhi TVRI tentu akan menjadi nomor satu,” ujarnya.

Pemprov Sumsel tentu akan mendukung TVRI secara moril dan material, tambah HD. Karena TVRI ini adalah milik Pemerintah, tinggal sekarang posisi TVRI itu sendiri yang harus menyesuaikan pangsa pasar karena TVRI bukanlah lembaga yang berorientasi profit.

“TVRI harus lebih agresif untuk membuat masyarakat lebih tertarik menonton TVRI. Terutama pada scoop lokal artinya buatlah segmen market yang jelas, yang dituju apa. Sehingga menarik minat masyarakat untuk menonton,” katanya.

HD ucapkan Selamat untuk TVRI yang bertransformasi analog ke digital. Ia berharap hal ini akan menambah kegemaran masyarakat untuk menonton TVRI.

Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno ungkapkan TVRI memiliki 117 pemancar yang sudah siap digital dengan cakupan 360 lokasi di seluruh Indonesia, dari jumlah tersebut 64 pemancar berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar, dan 17 pemancar langsung berhadapan dengan daerah perbatasan. Sehingga tidak akan sulit bagi TVRI bertransformasi dari TV Analog ke Digital.

“Harapan kedepan bersama Pak Gubernur agar kerjasama kita bisa intens lagi, seperti arahan Presiden bagaiman TVRI membantu pertumbuhan perekonomian terutama dibidang UMKM dan pariwisata,” ujarnya.

Selain itu, Ia katakan saat ini TVRI mengembangkan unit baru, masuk ke ranah digital yang dapat di akses lewat gadget, dan penayangan konten-konten di akun youtube dan meminta Gubernur HD untuk berkenan mengisi berbagai acara di TVRI baik secara nasional maupun lokal. (mnn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here