Home Nasional Dewan Pendidikan Sumsel : Sekolah Perlu Tingkatkan Mutu dan Inovasi Ditengah Masa...

Dewan Pendidikan Sumsel : Sekolah Perlu Tingkatkan Mutu dan Inovasi Ditengah Masa Pandemi Covid-19

Dr M Sirozi MA PhD, saat menyampaikan paparan di SMK 3 Lubuk Linggau

Lubuklinggau — Guna meningkatkan daya saing mutu pendidikan, sekolah perlu meningkatkan layanan mutu dan melakukan inovasi terutama dalam proses pembelajaran di tengah pandemi covid saat ini.

Hal itu disampaikan Dr M Sirozi MA PhD, anggota Dewan Pendidikan Sumsel didampingi anggota lainnya Drs Abu Hanifah MM dan Firdaus Komar SPd MSI, dalam acara sosialisasi dan kunjungan kerja ke tiga wilayah kabupaten Mura, Muratara dan kota  Lubuk linggau yang dipusatkan di SMKN 3 Linggau, Rabu (25/11).

Anggota Dewan Pendidikan didampingi dari Disdik Sumsel yaitu Iskandar, SPd, Muhamad Riduan ST, Masayu Yulianti SE, dan Arnida.

Sedangkan acara di SMKN 3 Lubuklinggau disambut oleh Kepsek SMKN 3 Puguh Purnomo, dari komite serta Kepsek lainnya.

Dalam paparannya, Sirozi sebagai ketua rombongan Dewan Pendidikan, memaparkan fungsi dan peran Dewan Pendidikan yang sangat strategis dalam membantu dan memberikan pertimbangan terkait pembangunan pendidikan ke daerah dan ke dinas pendidikan.

Sirozi mengingatkan, agar bidang pendidikan SMA SMK  siap dalam menghadapi di era revolusi industri 4.0 atau era digital.

Ditengah pendemi covid, menjadi kondisi yang memaksa untuk melakukan proses pembelajaran secara virtual dan layanan akademik dan manajerial pendidikan menggunakan aplikasi secara virtual.

Hanya saja menurut Sirozi, kelemahannya persoalan ketersediaan infrastruktur digital jaringan internet masih lemah terutama di sekolah sekolah yang di pinggiran daerah.

Kaitan kapasitas jaringan yang diukur jumlah benwit yang akan menentukan layanan. Oleh karena itu kapasitas harus berbasis kebutuhan layanan.

Setelah itu perlu Gadget sebagai fasilitas sebagai alat untuk proses belajar mengajar. Sedangkan kelebihan atau keunggulan proses belajar secara daring, timeless tidak dibatasi waktu dan anytime dan kapan saja.

Terkait perubahan pola belajar ini juga, Sirozi menekankan, pentingnya tata  kelola Infrastuktur terkait  dengan ketersediaan SDM, harus ada pengaturan yang jelas dalam  pengelolaan dan penggunaan digital. Harus ada SDM yang khusus dengan backgroud pendidikan sarjana IT, jujur, berintegritas.

Selain itu dalam mengoptimalkan pemanfaatan IT ini dengan melakukan inovasi dari materi pembelajaran. Misalnya dengan mengakar lomba  desain materi pembelajaran. Apalagi saat ini dengan konsep merdeka belajar, siswa diberikan kebebasan ke anak untuk mendalami pelajaran pelajaran yang memang diminati siswa.

Berkaitan dengan Mutu lembaga pendidikan dan mutu lulusan yaitu  dari  input – proses – out put. Proses ya melalui peningkatan Kesadaran, pemahaman, komitmen, dan jadi budaya. Sementara dalam sharing, Satimin, Komite SMAN 6 di Linggau : Terkendala soal SDM di masyarakat yang belum maksimal kesadaran. Pernah mau Mengumpulkan wali murid agak kesulitan. Persoalannya dalam membangun kesadaran masyarakat.

Dalam rapat komite, Ujang juga dari komite sekolah mengusulkan untuk menerapkan aplikasi bagaimana  mengetahui peminatan penjurusan sekolah anak.

Selain itu, perlu menggunakan muatan lokal sebagai nilai nilai yang dapat memberikan penguatan bagi proses Pendiidikan. Karena pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara sekolah, masyarakat dan pemerintah.

“Ketiga bagian ini sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan dan meningkatkan  layanan mutu serta melakukan inovasi ,” ujar Sirozi. (mni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here