Home Sumsel Muba Camat dan Pemerintah Desa Tombok Tagihan Listrik Pelanggan PT.MEP

Camat dan Pemerintah Desa Tombok Tagihan Listrik Pelanggan PT.MEP

Pegawai PT.MEP saat menertibkan sambungan kabel ilegal. (fhoto:ari)

Muba, bidiksumsel.com – beberapa hari terakhir, ribuan pelanggan listrik PT. Muba Electrik Power (MEP) mengalami pemadaman.

Pemadaman ini diakibatkan suplai listrik PT. MEP di padamkan oleh PT. PLN, dikarenakan adanya tunggakan pelanggan berjumlah miliaran rupiah.

Pemadaman tersebut terjadi di sejumlah kecamatan di Muba, mulai dari Keluang, Batang Hari Leko, Jirak Jaya, Bayung Lencir, Lais dan Lalan. “Bukan kita yang padamkan tapi PLN, mereka memadamkan karena kita menunggak,” ujar Dirut PT MEP Augie Bunyamin. Selasa malam, (01/06/2021).

Augie menyebut, tunggakkan terjadi lantaran tingginya tunggakan listrik pelanggan di wilayah tersebut.

Pihaknya bahkan sudah bersurat sejak 1,5 bulan lalu dengan Pemerintah Kecamatan hingga desa, bahkan sudah menyerahkan nama-nama pelanggan yang menunggak untuk membantu penagihan.

“Cuma masih banyak yang belum bayar, tapi kita berterima kasih pada Camat Bayung Lencir dan Pemerintah Desa Lubuk Harjo dan Muara Bahar, dimana mereka berani menutupi alias menombok dulu tagihan listrik yang menunggak di Desa Lubuk Harjo dan Muara Bahar, tagihannya sebesar Rp200 juta, sudah dibayarkan ke PLN Jambi, dan begitu lunas langsung nyala,” tandas Augie.

Sementara, terkait adanya pelanggan yang tidak ada orang tapi ada namanya, serta temuan lain. Augie menegaskan, pihaknya sudah melakukan penelusuran, bahkan di lapangan ditemukan meteran yang mereka istilahkan ‘KWh terbang’.

“Jadi ada meteran yang misalnya dari Lalan tapi di pakai di Keluang, jadi ini meteran ilegal. Ada yang penyambungan ilegal, semua temuan ini bisa berujung pidana,” tukasnya.

Ditambahkan, Augie tidak memungkiri ada kemungkinan oknum terlibat?. “Bisa orang dalam, bisa mantan pegawai, bisa juga orang luar, semuanya akan kita tertibkan seperti di Plakat Tinggi saat kita gelar operasi simpati beberapa hari yang lalu,” bebernya.

Dibagian lain, warga di 9 desa yang ada di Kecamatan Keluang juga mengalami pemadaman selama 4 hari.

Kades Karya Maju, Yas Budaya.SH mengungkapkan, warga khususnya pelaku UMKM yang sangat bergantung dengan listrik sudah beberapa hari ini sangat terganggu.

Bahkan BUMDes milik desa terancam tidak beroperasi karena Bumdes menggunakan genset dengan biaya begitu besar. “kalau saja dua hari kedepan listrik belum menyala, terpaksa kita tutup saja, karena tidak bisa menutupi biaya operasional,” jelasnya.

Yas berharap, adanya solusi apalagi dengan pelanggan yang tidak menunggak dan siap mengawal pihak PT.MEP jika ingin melakukan penerbitan pelanggan terkait dengan data pelanggan yang sudah diberikan pihak mep.

“Saya mengaku ada yang namanya ada tapi orangnya tidak ada, ada yang harus diputuskan tapi belum diputuskan,” pungkasnya mengakhiri. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here