Home Sumsel Banyuasin Bupati Banyuasin dan Gubernur Sumsel Panen Raya Padi IP 200

Bupati Banyuasin dan Gubernur Sumsel Panen Raya Padi IP 200

Fhoto:bidiksumsel.com/dkd

Panen Raya di Penangkaran Benih Kelompok Tani Dengan Luas 20 Hektar

Banyuasin, bidiksumsel.com – Bupati Banyuasin H. Askolani bersama Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) melaksanakan Panen Raya Padi IP 200 di Penangkaran Benih Kelompok Tani Sri Rezeki dengan luas 20 hektar.

Acara berlangsung di Desa Talang Jaya Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin. Selasa, (01/06/2021)

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kedatangan dan bantuan gubernur sumsel untuk kabupaten banyuasin berupa combine dan alat pertanian lain nya.

“Untuk menuju lumbung pangan nomor satu nasional dan membangun sumsel ini menjadi sumsel maju bersama, kami berharap di mulai dari kabupaten banyuasin terutama terkait dengan pertanian,” ujarnya.

Bagi askolani, kabupaten banyuasin ini sangat layak karena luas lahan tanah di banyuasin ada 174 ribu hektar yang merupakan lahan terluas yang mana di tahun 2020 lalu di lahan tersebut sudah tertanam padi, untuk padi IP 200 kurang lebih 68 ribu hektar, sementara yang produktivitas nya masih rendah lebih kurang 4,3 ton.

“Mudah mudahan tahun ini naik menjadi 4,6 ton dan Insya Allah mencapai sampai 5 ton,” harapnya.

Askolani menjelaskan, bahwa Muara Telang merupakan kecamatan yang masih berbentuk kepulauan belum terhubung dengan daratan sehingga untuk menuju ke Muara Telang harus menyebrang dengan perahu dan kendaraan yang masih ada saat ini masih roda dua belum ada roda empat.

“Saat ini kami sedang membangun dermaga transportasi dan juga sedang membuat kapal penyeberangan yang Insya Allah tahun ini selesai semua nya sehingga kendaraan roda empat bisa masuk ke Muara Telang,” jelasnya.

Askolani juga mengatakan, bahwa pihaknya mempunyai beberapa gerakan program untuk membantu petani bangkit yakni gerakan menanam sayur.

“Kami punya menset kedepan petani kita bukan hanya menanam padi saja, karena petani kita tidak hanya makan beras saja, perlu sayur mayur, selain itu juga kami mengembangkan peternakan unggas melihara bebek, itik, ayam, angsa, dan tanam buah buahan,” katanya.

Termasuk orang yang akan menikah, mau melamar gadis Banyuasin, pihaknya mewajibkan menanam 2 pohon buah di rumah mertua nya, untuk satu bulan ini saja sudah kurang lebih 200 pasangan yang menikah di kalikan 2 pohon sudah 400 batang.

“Apabila di kalikan setahun lebih banyak lagi, dan jika lima tahun kepemimpinan kami semuanya sudah tanaman buah buahan,” ucapnya.

Pihaknya juga berharap, masyarakat banyuasin untuk memelihara ikan, di parit parit irigasi sawah di beri bibit ikan sehingga masyarakat tidak hanya panen padi, tapi panen ikan, bebek, itik, ayam, panen sayur mayuran serta panen buah buahan juga.

“Jika pak Gubernur mau bantu bibit nya, kami terima dengan senang hati, kami butuh sinergi untuk pertanian di Banyuasin,” tandasnya.

Askolani juga berharap mendapatkan bimbingan dan pembinaan dari pihak pemerintah Provinsi terutama Gubernur Sumsel.

“Kami mempunyai motto, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, kerja keras itu otot, kerja cerdas itu otak dan kerja ikhlas itu hati, jika di gabungkan menjadi satu, menjadi kekuatan dahsyat yang Insya Allah akan sukses,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel HD mengapresiasi dan memuji inovasi petani yang ada di kabupaten Banyuasin. Petani Banyuasin mempunyai inovasi pemikiran yang cemerlang.

“Kecerdasan petani Banyuasin yakni memiliki pemikiran yang cemerlang, dimana dapat memanfaatkan lahan penangkaran benih sampai dapat menghasilkan panen,” ujarnya.

Masih kata HD, keberhasilan panen tersebut sudah masuk e-katalog yang artinya sudah bersertifikasi sehingga sudah dapat dijadikan acuan bagi masyarakat dalam hal mengelola pertanian.

“Saya juga mengapresiasi Bupati Banyuasin yang telah menyediakan lahan di daerah nya untuk penerapan food estate,” katanya.

Dengan konsep food estate yang melibatkan stokeholder terkait dan peduli pertanian di Sumsel akan dapat menyeragamkan kualitas dan harga.

“Semua program irigasi dan pompanisasi harus tetap di jalankan dan kita perhitungkan losis panen nya, kami juga menyarankan kepada menteri agar di berikan subsidi terkait harga, guna membantu para petani,” tutupnya. (dkd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here