Home Sumsel OKU Belum ada tindak lanjut, Penganiaya Mahasiswa Unbara masih berkeliaran

Belum ada tindak lanjut, Penganiaya Mahasiswa Unbara masih berkeliaran

Wakil Rektor I Unbara bereaksi

OKU, bidiksumsel.com – Terkait belum ada tindak lanjut dari Polsek Baturaja Timur mengenai Penganiayaan yang terjadi terhadap Mahasiswa Universitas Baturaja (Unbara) Bernama Muhammad Iqbal Wahyudi Bin Solihin (23) yang dilakukan oleh orang tak dikenal pada tanggal 04 Februari 2021, sekira pukul 20.30 wib di jalan Jenderal Sudirman (warung sate pak Nasir) kelurahan Baturaja Lama Kecamatan Baturaja Timur.

Wakil Rektor I Universitas Baturaja (Unbara) Yunizir Djakfar, S.Sos, M.I.P meminta kepada penegak hukum agar dapat segera menindak lanjuti terkait laporan tersebut.

“Iya itu mahasiswa Unbara Jurusan Ilmu Pemerintahan semester dua, kami berharap dapat segera ditindaklanjuti karena penganiayaan itu sangat bertentangan dengan hukum,” ujarnya saat di bincangi bidiksumsel.com, Senin, (03/05/2021)

Ia menambahkan, seharusnya penyidik dapat segera bisa mencari benang merah terhadap kasus ini. “Sehingga kasus penganiayaan yang dialami oleh Muhammad Iqbal bisa segera selesai sesuai aturan hukum dan tidak menambah korban lainnya,” tandasnya

Diketahui, Atas kejadian ini korban mengalami luka memar dibagian wajah dan berobat ke rumah sakit Ibnu Sutowo Baturaja sekaligus dilakukan pemeriksaan dan visum oleh tim medis rumah sakit Ibnu Sutowo.

Setelah korban selesai di visum korban didampingi orang tuanya melaporkan peristiwa tersebut ke mapolsek Baturaja timur berdasarkan laporan polisi nomor : LP – B / 30 / II / Sumsel / RES.OKU / SEK.TIMUR, tanggal 04 Februari 2021.

Berdasarkan masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian, berinisial (Ses) mengatakan, saat itu korban sedang melayani pembeli di warung sate milik orang tua korban, karena pembeli cukup ramai akhirnya korban salah memberikan pesanan sate yang sudah dibeli oleh pembeli.

ada dua pesanan sate yang ingin korban serahkan kepada pembeli, yang satu seharga Rp 50.000, dan yang satunya seharga Rp 20.000.

Namun korban tanpa disengaja karena warung sate nya ramai pembeli akhirnya korban salah memberikan pesanan sate pembeli yang harga Rp 50.000 di kasihkan kepada pembeli yang membeli harga Rp 20.000, dan kepada pembeli yang seharga Rp 50.000, dikasih dengan harga porsi Rp 20.000.

“Akhirnya korban meminta maaf, namun pelaku tidak terima dan langsung memukul korban diwarung sate milik korban sehingga mengalami luka memar, setelah itu pelaku langsung pergi dengan mengendarai mobil kijang pick up warna hitam dengan nopol BG 9037 FZ (diduga Plat dinas Pemkab Oku).” terangnya (Budi Utomo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here