Home Kota Palembang Asal Berkonsep Syariah, Zuriat Kimerogan Setujui Destinasi Pulo Kemaro

Asal Berkonsep Syariah, Zuriat Kimerogan Setujui Destinasi Pulo Kemaro

fhoto : Zuriat Kimerogan bertemu langsung dengan walikota palembang, H. Harnojoyo di aula rumdin walikota, Selasa (29/06/2021)/kominfo palembang

Palembang, bidiksumsel.com – Guna kemajuan pembangunan destinasi wisata pulo kemaro, Zuriat Kimerogan berencana akan menyetujui destinasi wisata tersebut asal berkonsep syariah.

Rencananya, Zuriat Kimerogan akan mewakafkan luas tanah seluas 87 Ha yang terletak di Pulo Kemaro berbekal surat keputusan Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Negeri Palembang, Zuriat Kimerogan akhirnya, Selasa (29/06/2021) bertemu langsung dengan Walikota Palembang H.Harnojoyo.

Pertemuan yang berlangsung diaula utama rumah dinas walikota palembang ini, Zuriat Kimerogan menegaskan untuk tetap mengedepankan pembangunan Pulo Kemar0 dengam konsep Syariat Islam.

Juru Bicara Zuriat Kimerogan Dede Caniago mengatakan, total lahan Pulau Kemaro 87 hektar seluruhnya milik Zuriat Kimerogan berdasarkan keputusan MA dan Pengadilan tahun 1987.

“Zuriat Kimerogan setuju bersama-sama membangun Pulau Kemaro asalkan berkonsep syariah. Dimana di dalamnya ada Masjid Kimerogan ketiga, pesantren dan Islamic Center,” ujarnya.

Zuriat Kimerogan juga menegaskan, tidak akan menjual tanah tersebut ataupun ganti rugi. Namun berbicara soal pembangunan Pulau Kemaro sesuai konsep Islam seperti yang pernah dibicarakan dalam pertemuan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Ridwan Kamil.

“Sementara konsep Ancol sebelumnya yang direncanakan oleh Walikota itu belum baku, masih rencana,” katanya.

Menurutnya, jika pembangunan tidak sesuai dengan syariah, Zuriat akan marah karena tujuan Zuriah konsepnya syariah bahkan pihaknya bisa saja menempuh jalur hukum.

“Kita punya keputusan hukum MA dan surat sah Kimerogan tahun 1881 berbahasa Arab dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia tahun 1960,” jelasnya.

Menurutnya, wakaf ini bukan memberikan tanah kepada pemerintah tapi meniadakan kepemilikan individu menjadi tanah wakaf. Zuriat meminta pengelolaan nantinya oleh Zuriat Kimerogan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Soal pembangunannya pemerintah, baik pembiayaan sampai ke pengelolaannya akan dibicarakan selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, pada prinsipnya pembangunan yang direncanakan tersebut untuk kemajuan Palembang. Pada prinsipnya pihaknya menerima usulan dan keinginan Zuriat Kimerogan.

“Untuk teknis belum disepakati, jikapun ada investor yang ingin berinvestasi untuk membangun Islamic Center silakan,” singkatnya. (rpp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here