Home Palembang 8 LSM dan Ormas Banyuasin Akan Lapor Ke Gakkumdu Bawaslu Sumsel

8 LSM dan Ormas Banyuasin Akan Lapor Ke Gakkumdu Bawaslu Sumsel

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Palembang, bidiksumsel.com – Terkait adanya temuan dugaan penggelembungan suara yang terjadi pada pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI dapil Sumsel I dan DPRD Provinsi Sumsel dapil 10 Pemilu 2024.

Sebanyak 8 (delapan) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Massa (Ormas) Banyuasin, akan melapor ke Satgas Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel).

Ke delapan LSM dan Ormas tersebut yaitu GP-M, Kofasus, Kopdalinsu-NKRI, FPB, Gibas, Leman, IKSP dan Team Force Pileg yang diselenggarakan di Guns Cafe Jalan Merdeka. Senin, (19/02/2024).

“Ada 3 caleg dari partai yang berbeda dan mereka semua nya tidak dikenal oleh masyarakat. Namun suara nya bisa melebihi incumben, tokoh masyarakat maupun istri mantan wakil Bupati Banyuasin,” ungkap Iwan ketua LSM Kofasus.

Penggelembungan suara itu terjadi di partai nomor 2, ada Caleg yang tidak dikenal namun suaranya bisa melebihi suara istrinya Pakde Slamet (mantan Wakil Bupati Banyuasin).

Kemudian, Partai Nomor 5 ada Caleg yang tidak dikenal ia bisa mengalahkan incumbent dan tokoh masyarakat dan yang ketiga partai nomor 4 ada caleg yang juga tidak dikenal.

“Namun suaranya bakal mengalahkan caleg yang memiliki team, disini terindikasi, dan sangat yakin sekali bahwa Bawaslu bersama Panwaslu Kecamatan menggelembungkan suara caleg tersebut,” jelas Iwan.

Masih kata Iwan, Ada caleg yang tidak dikenal masyarakat tapi suaranya melebihi suara orang lain, bahkan melebihi incumbent, istri bupati, anak bupati dan lainnya.

“Ada sekitar antara 50 hingga 100 kertas suara yang titik coblos nya, terindikasi di coblos terlebih dahulu sehari atau dua hari sebelum pemilu baru ditukar dengan suara yang dicoblos masyarakat makanya suara mereka melejit semua dan bisa di buktikan di Kotak TPS,” jelasnya.

Pihaknya akan membawa bukti berupa foto-foto, video dan pengakuan dari beberapa saksi, juga pengakuan dari PPK dan akan melibatkan inafis untuk membuat laporan di Gakkumdu Bawaslu Sumsel.

“Nanti dalam penyelidikan juga melibatkan sidik jari, jadi sidik jari warga apa ada tidak, kalau tidak ada, itu murni dicoblos dan bisa dipidana, itu melebih money pilitik,” katanya.

“Penggelembungan suara dilakukan oleh Panwaslu Kecamatan, Bawaslu Kabupaten Banyuasin, PPK yang ada di Kabupaten Banyuasin dan KPU Banyuasin secara masif atau bersama-sama,” pungkasnya. (MNR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here