Home Palembang Tips Aman Distribusi Daging Kurban : Wajib Baca Sebelum Idul Adha!

Tips Aman Distribusi Daging Kurban : Wajib Baca Sebelum Idul Adha!

fhoto : ist

Palembang, bidiksumsel.com – Setiap tahun, saat perayaan Idul Adha tiba, umat Muslim di seluruh dunia merayakan dengan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ibadah. Namun, dalam proses distribusi daging kurban, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk memastikan bahwa daging yang diberikan kepada masyarakat tetap dalam kondisi higienis dan aman untuk dikonsumsi. Salah satu aspek yang sangat krusial adalah cara pengemasan daging kurban.

Dr. drh. Jafrizal, MM, seorang Medik Veteriner Ahli Madya Provinsi Sumatera Selatan, memberikan penjelasan tentang pentingnya mengemas daging kurban dalam kantong atau wadah yang terpisah dari jeroan.

Menurutnya, mencampur daging dengan jeroan hijau dan jeroan merah dalam satu kantong plastik tidak dianjurkan. Hal ini karena setiap jenis organ memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat mempengaruhi kualitas daging jika dicampur bersama.

Dr. Jafrizal menekankan bahwa kantong atau wadah yang digunakan untuk mengemas daging kurban harus terbuat dari bahan yang bersih dan tidak toksik. Ia menyarankan untuk menghindari penggunaan kantong plastik daur ulang dan lebih baik menggunakan kantong plastik food grade. Kantong plastik food grade memiliki beberapa keunggulan, antara lain aman untuk makanan, higienis, dan mudah terurai kembali ke alam karena dapat dimakan mikroba.

“Disarankan menggunakan kantong plastik food grade, karena keunggulan plastik food grade aman untuk makanan dan menjaga agar daging lebih higienis serta mudah terurai kembali ke alam,” ujar Dr. Jafrizal pada Kamis, 14 Juni 2024.

Dr. Jafrizal juga mengingatkan bahwa kantong plastik hitam tidak disarankan untuk mengemas daging kurban. Plastik hitam, yang merupakan hasil dari banyak proses daur ulang dan mengandung berbagai zat kimia berbahaya, sangat tidak aman untuk digunakan sebagai wadah makanan.

Bahkan plastik bening yang terbuat dari Low Density Polyethylene (LDPE) dan belum tercampur dengan zat kimia dari proses daur ulang tersier dan kuarter, tidak dianjurkan menjadi wadah makanan panas.

“Plastik hitam melepaskan bahan kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Plastik jenis ini jauh lebih berbahaya dibandingkan plastik berwarna lainnya,” jelas Dr. Jafrizal.

Selain pengemasan, kecepatan dalam distribusi daging kurban juga sangat penting. Daging merupakan bahan makanan yang mudah rusak (perishable food), mengandung protein tinggi, dan memiliki pH serta aktivitas air yang sangat cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme pembusuk. Oleh karena itu, distribusi daging kurban harus dilakukan secepat mungkin setelah penyembelihan.

“Daging harus segera didistribusikan setelah sapi disembelih. Pendistribusian daging dan jeroan harus diusahakan paling lama empat jam setelah proses penyembelihan,” kata Dr. Jafrizal. Jika distribusi tidak dapat dilakukan dalam waktu kurang dari empat jam, maka daging dan jeroan harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah 4 derajat Celsius atau dibekukan.

Tujuan dari penyimpanan di suhu rendah adalah untuk mencegah pertumbuhan bakteri pembusuk yang dapat mencemari daging. Bakteri ini tidak hanya menyebabkan daging menjadi busuk tetapi juga bisa menimbulkan penyakit jika daging yang terkontaminasi dikonsumsi.

“Hal ini dilakukan agar daging tidak tercemar bakteri pembusuk,” tutup Dr. Jafrizal.

Dalam proses pendistribusian daging kurban, penggunaan kantong plastik food grade yang aman dan distribusi cepat adalah kunci untuk menjaga kualitas dan keamanan daging. Dengan langkah-langkah ini, masyarakat dapat menerima daging kurban yang higienis dan sehat. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap tahap dari penyembelihan hingga distribusi harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. (dkd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here