Home Berita Pemprov 2020, Terdaftar 168 Lokasi Proklim Tersebar di 15 Kabupaten/kota

2020, Terdaftar 168 Lokasi Proklim Tersebar di 15 Kabupaten/kota

Gubernur Herman Deru

PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru katakan  Provinsi Sumsel sampai tahun 2020 telah terdaftar 168 lokasi proklim yang tersebar di 15 kab/kota.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi keynote speaker pada acara webinar pertumbuhan Hijau Sumsel Tahun 2020 bertema “Proklim Sinergi Untuk Kesejahteraan” di Sumsel Command Center, Senin (24/8/2020).

Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan salah satu program strategis KLHK untuk meningkatkan pemahaman mengenai perubahan iklim dan dampaknya serta mendorong dilaksanakannya aksi nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak secara berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai kondisi wilayah.

“Pemprov Sumsel memandang penting mengembangkan sinergi pengendalian lingkungan hidup Sumsel dan komitmen Indonesia untuk pembangunan masa depan rendah karbon,” ujar HD.

HD mengatakan penguatan sinergi dan koordinasi program pengendalian perubahan iklim perlu terus dibangun secara vertikal antara pemerintah pusat dan daerah maupun secara horizontal dengan melibatkan seluruh sektor/pihak terkait di wilayah setempat seperti dunia usaha melalui CSR yang diakui oleh KLHK.

“Kita harus berupaya melindungi dan memulihkan lingkungan sebagai komutmen kuat menjamin hak-hak warga masyarakat termasuk generasi mendatang. Itu harus kita lakukan bersama dan didukung oelh setiap elemen masyarakat baik Pemerintah maupun masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Menurut HD, pelaksanaan webinar mengajak setiap orang untuk hadir bersama alam dan lingkungan, menghargai pentingnya keselarasan antara manusia dan alam demi kelangsungan hidup penghuni bumi dan keindahan alam. Selain itu, tema yang diusung dalam kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misi Provinsi  Sumsel RPJMD Tahun 2019-2023 yaitu Sumsel Maju Untuk Semua misi 4 dan sasaran ke 12 yaitu Maju Kualitas Lingkungan Hidup.

“Kita perlu memperlakukan alam secara proposional dalam perspektif perlindungan lingkungan, mulai dari aktivitas menjaga kebersihan di sekitar pemukiman, gerakan penanaman pohon, hingga upaya melawan kejahatan lingkungan,” katanya. (nim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here